Bukan Melarang, Tapi Curhat Si Nona Dengan Lawan Jenis Memicu Perselingkuhan

Posted by Ganas003 on September 18, 2019 in

Mencurahkan isi hati bagi si nona yaitu hal yang diharapkan apabila tertimpa masalah. Apalagi melibatkan problem denganmu Bung yang notabene yaitu pasangannya. Lantaran dirundung problem sangatlah memilukan hati, apalagi kala problem tak kunjung usai sebab ada dua ego yang saling berbenturan antar pasangan. Curhat dianggap sebagai solusi. Sebenarnya tak ada larangan untuk mencurahkan isi hati, tetapi banyak dari perempuan menemukan titik nyaman apabila curhat dengan lawan jenis. Tentu saja kecenderungan itu sangat riskan bagi korelasi Bung sebab sanggup mengarah ke perselingkuhan.


Salah satu faktor kenapa si nona sangat nyaman curhat dengan lawan jenis sebab laki-laki tersebut sanggup memosisikan dirinya seolah sebagai abang laki-laki. Terlebih sudut pandang dan penyampaian tak berbelit-belit menciptakan si nona merasa dimengerti dan dipahami. Namun apakah benar jikalau curhat dengan lawan jenis merupakan akar dari perselingkuhan?


“Ya, itu akar dari perselingkuhan. Kenapa? Karena ketika kita kisah ke lawan jenis yang mungkin teman, beliau kelihatan jauh lebih tenang, jauh lebih memahami kita, jadinya kita sanggup berpikir kok beliau jauh lebih memahami kita,” tutur psikolog klinis dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani, MPsi., Psikolog.


Terkesan Sangat Memahami Apa yang Melanda dalam Hati


Mencurahkan isi hati bagi si nona yaitu hal yang diharapkan apabila tertimpa problem Bukan Melarang, tapi Curhat Si Nona dengan Lawan Jenis Memicu Perselingkuhan


Saat sedang si nona bercerita perihal duduk permasalahannya pada sobat laki-lakinya, si  nona bakal berkesan pada cara beliau mendengarkan, memberi solusi, hingga memperlihatkan semangat untuk tetap bertahan. Apa yang dilanda di hati nona ketika bertengkar dengan bung, niscaya sanggup diredam emosi di dalam hatinya apabila ia telah curhat kepada temannya. Bung bayangkan apabila rasa ini terus terakumulasi apabila intensitas si nona dengan sobat laki-lakinya bertemu selalu. Hmmm, otomatis bakal ke arah yang kurang mengenakkan.


Bermula dari Sering Cerita Sampai Terpancing untuk Bertanya “Lagi Apa?”


Mencurahkan isi hati bagi si nona yaitu hal yang diharapkan apabila tertimpa problem Bukan Melarang, tapi Curhat Si Nona dengan Lawan Jenis Memicu Perselingkuhan


Rasa rumit menghimpit dadanya, ia seolah mencicipi rindu untuk terus berkomunikasi dengan sobat laki-laki. Namun ia pun takut jikalau si sobat laki-lakinya tak merespon. Karena si nona tahu, jikalau ia di tiba kepadanya ketika ada problem saja. Tetapi si nona tak sanggup menyembunyikan perasaannya. Hasrat untuk meningkatkan intensitas untuk selalu dekat si sobat laki-laki sangat tinggi. Sampai-sampai si nona pun beranikan diri untuk chat bukan menanyakan solusi pertengkaran. Melainkan ingin tahu apa yang sedang dilakukannya.


Pandangan Mulai Berubah dari Teman Menjadi “Pasangan”


Mencurahkan isi hati bagi si nona yaitu hal yang diharapkan apabila tertimpa problem Bukan Melarang, tapi Curhat Si Nona dengan Lawan Jenis Memicu Perselingkuhan


Intensitas yang si nona lalui dengan sobat laki-lakinya bakal berubah tema. Dari yang notabene sobat menjadi “pasangan”. Apalagi jikalau si nona pun sering bertemu tidak hanya untuk curhat. Melainkan meminta bahu untuk bersandar.


Seringnya bertemu antara si nona dengan temannya itu otomatis bakal merubah persepsinya terhadap apa yang telah Bung berikan padanya. Si nona berpikir jikalau Bung tidak sanggup memberikannya kebahagiaan sehingga ia mencari ke orang lain. Tak hingga di situ, si nona pun kerap berpikir, korelasi yang selalu berujung pertengkaran nampaknya tak anggun untuk kehidupan. Makara pada tahap ini proses perselingkuhan sedang dimulai.


Si Nona Merasa Gundah Gulana perihal Isi Hatinya


Mencurahkan isi hati bagi si nona yaitu hal yang diharapkan apabila tertimpa problem Bukan Melarang, tapi Curhat Si Nona dengan Lawan Jenis Memicu Perselingkuhan


Meskipun mempunyai pandangan untuk mewajarkan perihal apa yang ia lakukan, hati kecilnya masih memperlihatkan sinyal, bahwa apa yang ia lakukan ini salah. Si nona mencicipi gunda gulana dalam hatinya terkait perbuatan yang ia lakukan apakah termasuk menduakan atau bukan. Apa yang mesti dipilih? Bertahan? Atau sudahi saja daripada kerap bertengkar kemudian berujung perpisahan? Selain itu si nona pun menganggap proses bertransisi dari sobat menjadi pasangan yaitu hal yang berat, apabila beliau pada akibatnya lebih menentukan temannya itu.


Jangan Biarkan Si Nona Mencurahkan Masalahnya pada Teman Prianya


Mencurahkan isi hati bagi si nona yaitu hal yang diharapkan apabila tertimpa problem Bukan Melarang, tapi Curhat Si Nona dengan Lawan Jenis Memicu Perselingkuhan


Intinya Bung ibarat yang diungkapkan oleh Sri Juwita selaku pakar perselingkuhan. Potensi perselingkuhan dari curhat kepada lawan jenis memang ada. Harus ada pemberitahuan kepada si nona perihal hal apa yang harus ia lakukan ketika sedang bertengkar denganmu. Karena permasalahan dalam korelasi tak mungkin berhenti di satu dua problem saja. Bahkan yang sudah diikat secara agama saja masih sanggup untuk berantem apalagi yang cuma pacaran.


“Jadi beda banget memang ketika sudah nikah, kita dan pasangan memang ketemu 24 jam, jeleknya kelihatan semua, manisnya banyak sih tapi niscaya ada hal lain yang juga mesti kita tolerir. Sedangkan jikalau cuma dengerin kisah kita 1-2 jam apalah artinya itu,” tambah Wita, sapaan dekat sang psikolog.